23 May 2011

Tiada Masa Lagi


Saya tiada masa lagi sebenarnya untuk dibazirkan dengan benda-benda yang lara.

Dengan ini saya mahu menazarkan diri untuk islam kerana islam hak kita.Islam tidak memerlukan kita tapi kita yang memerlukan islam.

Jangan berfikir tentang islam jika mahu diazab oleh Allah di akhirat kelak~kata-kata dari Syeikh Muhammad Fuad Kamaluddin al Maliki

29 April 2011

Rugi


Assalamualaikum.

Alhamdulillah kita masih dikurniakan nikmat kehidupan dan dapat beribadat lagi kepada Pencipta.Baru balik dari kuliah bulanan Ustaz Azhar Idrus di Kelantan.Seperti biasa kuliah beliau tidak mengecewakan.Bab kata ore kelate "jeliro" dengar."Ore tua belago angin,ore mudo buleh masuk"

Di sini sedikit yang saya ingin berkongsi dari kuliah beliau tadi.

Semua kita ni akan berasa rugi lepas mati nanti.Tak kira kita buat maksiat atau ahli ibadah.Sebab apa?

Bagi seseorang yang suka berbuat maksiat jawapannya kerana bila si pelaku maksiat tersebut dalam kubur nanti mereka akan disiksa oleh Allah.Nauzubillah.Pada masa itu akan menyesal lah mereka-mereka yang di dunia dulu tidak mahu mengikut suruhan Allah dan meninggalkan laranganNya.Rugilah mereka kan?

Bagi seseorang yang kuat beribadah pula,mereka akan merasa rugi kerana mereka tidak buat ibadah kepada Allah lebih banyak lagi semasa di dunia.Contohnya antara kata-kata yang mungkin dimonologkan

"ruginyo aku atas dunio mulo tak solat sunat tahajjud 6 rakaat".

Rugi yang manakah kita mahukan?

Kaedah fekah kalau tak silap ada menyebut."Jika tidak mampu buat semua jangan tinggal semua"

Hayatilah hadis ini


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ فَانْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ أَدْرَكَ عِنْدَهُ أَبَوَاهُ الْكِبَرَ فَلَمْ يُدْخِلَاهُ الْجَنَّةَ

Dari Abu Hurairah R.A katanya: Rasulullah SAW bersabda:"kecewa dan merugi orang yang bila namaku disebut dia tidak mengucapkan shalawat atasku, kecewa dan merugi orang yang berkesempatan hidup di bulan ramadhan tetapi tidak terampun dosa-dosanya,kecewa dan merugi orang yang berkesempatan hidup bersama orang tuanya tetapi dia tidak bisa sampai masuk surga ,"

(Hadis Riwayat Imam Ahmad)


Selamat beramal.

p/s.

Tadi ada orang tanya ustaz pasal nikah khitbah.Hasrat di hati nak nikah cara gitu juga.Kepada Allah saya berserah.Amin

19 April 2011

Orang Hebat


Pemidato yang hebat bukanlah yang mampu menawan berjuta-juta pendengar yang mendengar pidatonya.

Blogger yang hebat bukanlah seorang blogger yang trafik blognya mencecah beratus ribu sehari.

Usahawan yang hebat bukanlah yang dapat menjana pendapatan berjuta-juta ringgit dalam pekerjaannya.

Lelaki yang hebat bukanlah yang dapat memenangi hati ramai wanita.

Pelajar yang hebat bukanlah yang dalam setiap peperiksaannya mendapat mumtaz


Sesungguhnya pemidato yang hebat itu adalah dia berpidato itu hanya menyampaikan ayat-ayat Allah.Dia menjadi pemidato yang hebat kerana mencari keredhaan Allah.Kata-katanya membuatkan pendengar mengingati Allah.Membuatkan pendengar menangis mengingati dosa-dosa mereka.Mampu membawa hati-hati yang karat untuk kembali bersih.

Sesungguhnya blogger yang hebat itu adalah blogger yang setiap artikelnya mengandungi manfaat.Jauh dari maksiat dan sia-sia.Artikelnya yang dapat membuatkan pembaca menyedari kesilapan mereka.Tulisannya membuatkan pembaca sukakan membuat kebaikan dan mengingati kematian.

Sesungguhnya usahawan yang hebat itu tatkala azan berkumandang dia mengingatkan pekerjanya supaya segera solat.Dia menggunakan keuntungannya untuk membantu gerak kerja islam.Sumber pendapatannya datang dari sumber yang halal.Tidak megah dengan kekayaan yang Allah berikan dan bersyukur atas kurniaan itu.

Sesungguhnya lelaki yang hebat itu mampu solat berjemaah 5 kali sehari.Dapat menunaikan solat tahajjud dan dhuha..Dapat menjaga pandangannya dari melihat yang haram.Telinganya menjauhi dari mendengar perkataan yang sia-sia.Lidahnya tidak suka menceritakan dan berbicara perkara yang mengaibkan orang lain.Basah lidahnya bertasbih,berselawat dan beristighfar.Menjauhi dari pergaulan yang bebas.Kulitnya tidak menyentuh yang haram.

Sesungguhnya pelajar yang hebat itu belajar kerana Allah.Membuat sesuatu tutorial dan latihan dengan sebaiknya dan mengharapkan keredhaan Allah.Masa belajarnya tidak menganggu kewajipannya kepada Allah.Belajar bersungguh-sungguh.Tidak menghabiskan masanya dengan perkara yang sia-sia.

03 April 2011

Tip Saat Jatuh Cinta


1.Jangan Melihat Luarnya Aja

Jangan tertarik sama seseorang karena parasnya [muka, wajah dll..]. Karna biasanya keelokan paras itu bisa menyesatkan. Jangan juga tertarik sama kekayaannya, karena kekayaan bisa musnah. Tertariklah sama seseorang yang bisa membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang bisa membuat hari-2 yang gelap menjadi cerah [lebay dikit gak pa-2 kan?]. Semoga kamu udah nemuin seseorang yang kaya gitu.

2. Bermimpilah

Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat merindukan seseorang sehingga ingin hati menjemputnya dari alam mimpi dan memeluknya dalam alam nyata. Semoga kamu bukan hanya memimpikan orang seperti itu.

Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan. Pergilah ke tempat-2 kamu ingin pergi. Jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-2 yang ingin kamu lakukan.

3. Harapan

Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup untuk membuatmu baik hati, cobaan yang cukup untuk membuatmu kuat, kesedihan yang cukup untuk membuatmu manusiawi, pengharapan yang cukup untuk membuatmu bahagia dan uang yang cukup untuk membeli segala keperluanmu.

Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi acap kali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.

4. Jangan Menyiakan

Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah katapun, dan kemudian kamu meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap-cakap lama dengannya.

Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita miliki sampai kita kehilangannya, tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya.

5. Pendapat Orang Lain

Pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain. Apabila hal itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu menyakitkan hari orang lain pula.

6. Kata-Kata

Kata-kata yang diucapkan sembarangan dapat menyulut perselisihan. Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu kehidupan. Kata-kata yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan. Kata-kata yang penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkahi.

7. Mengerti

Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan. Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dia.

Orang-orang yang paling berbahagia pun tidak selalu memiliki hal-hal terbaik,mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya.

8. Bersyukur

Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan beberapa orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas karunia itu.

9. Butuh Waktu

Hanya diperlukan waktu semenit untuk menaksir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan sehari untuk mencintai seseorang, tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.

10. Menghargai

Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang disakiti hatinya, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba. Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya orang-orang yang pernah hadir dalam hidup mereka.

Cinta adalah jika kamu kehilangan rasa, gairah, romantika dan masih tetap perduli padanya. Cinta dimulai dengan sebuah senyuman, bertumbuh dengan sebuah ciuman dan berakhir dengan tetesan air mata.

11. Jangan Berhenti Berharap

Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu dan mendapati pada akhirnya bahwa tidak demikian adanya dan kamu harus melepaskannya.

Cinta datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah dikecewakan, kepada mereka yang masih percaya sekalipun pernah dikhianati, kepada mereka yang masih mencintai sekalipun pernah disakiti hatinya.

12. Berani Mengungkapkan

Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan tidak pernah memiliki keberanian untuk mengutarakan cintamu kepadanya.

13. Lupakan Masa Lalu

Masa depan yang cerah selalu tergantung pada masa lalu yang dilupakan. Kamu tidak dapat hidup terus dengan baik jika kamu tidak melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu.

14. Jangan Menyerah

Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika kami masih mau mencoba, jangan pernah menyerah jika kamu masih merasa sanggup, jangan pernah mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

15. Bahagia Mencintai

Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu. Jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang di hatinya. Tapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh di hatimu

Beberapa tips cinta saat jatuh cinta diatas harus kamu perhatikan saat kamu lagi jatuh cinta dengan seseorang, agar nantinya pendekatan dan hubungan cinta kamu bisa berjalan dengan bahagia. Selamat berjuang meraih cinta.



http://informasicom.com/tips-cinta-saat-jatuh-cinta


p/s merawat jiwa yang luka dengan mendekatkan diri kepada yang memberi ketenangan.Ya Allah tunjukkan aku pilihan yang benar agar aku tidak terus hanyut.I'm in love

24 March 2011

Pandangan Mata


Salamun'alaik Warahmatullahi Ta'ala Wabarakatuh....

Salam serta selawat ke atas Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam, ahli keluarga baginda serta salam kepada para sahabat yang berjuang menegakkan Islam di muka bumi ini.

Sesungguhnya Allah SWT telah menjadikan manusia ini sebaik-baik kejadian. Ini jelas dinyatakan Allah dengan Firman Nya yang bermaksud, “Dan Kami jadikan manusia itu sebaik-baik kejadian.” (Surah At-Tiin, ayat 4)

Manusia adalah sebaik-baik kejadian kerana Allah SWT mengurniakan akal kepadanya. Dengan akal manusia dapat membezakan antara yang baik dengan yang buruk, yang betul dengan yang salah atau antara yang hak dengan yang batil. Akal yang dianugerahkan ini juga sepatutnya dipandu dan digunakan untuk memikirkan tentang nikmat-nikmat dan rahmat-rahmat Allah SWT yang dikurniakan kepada kita agar kita bersyukur dan bertaqwa kepada-Nya. Apabila kita merenung sejenak terhadap nikmat-nikmat dan rahmat-rahmat yang dikurniakan Allah SWT kepada kita, kita akan dapati ianya tidak terhitung dan tidak ternilai banyaknya. Salah satu daripada nikmat kurniaan Allah SWT ialah nikmat mata.

Dari kerana mata, yang mempunyai kuasa…
Ohh… aku tergoda… Aku tergoda terkecewa...
Dari kerana mata... yang mempunyai kuasa…
Ohh… aku tergoda… Aku tergoda terkecewa...
Dari kerana mata...

Dari mata terbitnya asmara
Senyumanmu ramah menikam jiwa
Renungan mesra menjelma segera
Aku tertawan memendam rasa

Ohh… aku tergoda… Aku tergoda terkecewa...
Dari kerana mata... yang mempunyai kuasa…

Ohh… aku tergoda… Aku tergoda terkecewa...
Dari kerana mata...

Setiap waktu kucinta sayang
Sinar wajahmu selalu terbayang
Aku memujamu rayu seorang
Lepaskan aku dari impian

Dari kerana mata, yang mempunyai kuasa…
Ohh… aku tergoda… Aku tergoda terkecewa...
Dari kerana mata... yang mempunyai kuasa…
Ohh… aku tergoda… Aku tergoda terkecewa...
Dari kerana mata...

Inilah antara bait-bait lagu klasik dendangan R. Azmi ini yang mengisahkan kekecewaan akibat panahan mata yang menggoda. Mata adalah salah satu daripada pancaindera kurniaan Allah SWT kepada setiap orang manusia. Ia merupakan satu dari-pada anggota badan yang penting yang dapat membantu manusia untuk mengharungi liku-liku hidupnya seharian. Manusia yang mempunyai mata tetapi tidak dapat menggunakannya untuk melihat dianggap sebagai orang buta. Mata dianggap penting bagi setiap orang manusia kerana tanpa mata atau orang yang buta mata akan mengalami kesulitan untuk berhubung dan berjalan dari satu tempat ke satu tempat.

Orang yang buta mata akan sentiasa berada dalam kegelapan. Hidupnya tidak ada perbezaan antara siang dan malam atau antara cerah dan gelap. Orang yang buta mata terpaksa menggunakan pembantu untuk bergerak dari satu tempat ke satu tempat. Pembantu ini boleh jadi manusia lain yang dapat melihat dan sudi untuk mengatur langkah-langkahnya bersama-sama si buta tadi untuk memandu langkah dan arah perjalanannya.

Jika kita sedar akan hakikat betapa pentingnya mata, maka orang yang mempunyai mata yang sempurna (tidak buta) hendaklah berasa berterima kasih dan bersyukur ke hadrat Allah Yang Maha Kuasa kerana memberi kesempurnaan mata kepadanya. Selain dari itu, ia tidak seharusnya pula mengejek-ejek dan menghina-hina kawannya yang tidak bernasib baik, buta mata. Sebagai menyatakan rasa terima kasih dan bersyukur terhadap kemurahan Allah SWT mengurniakan mata untuk kita melihat, maka setiap manusia tidak sepatutnya menggunakan matanya untuk melihat perkara yang dilarang oleh Allah SWT. Hindari dan jauhilah daripada melakukan maksiat mata yang begitu mudah sekali berlakunya.

Pandai-pandailah kita menggunakan nikmat mata yang dikurniakan Allah kepada kita itu untuk melihat kelebihan-kelebihan ciptaan Allah di langit dan di bumi. Dengan berbuat demikian kita akan merasa kagum dan sedar tentang betapa agung dan berkuasanya Allah menciptakan alam ini. Kesedaran ini pula boleh menambah teguh dan menambah kuatkan lagi keimanan kita terhadap Allah SWT. Kita akan menjadi manusia yang bertambah yakin dan kenal terhadap Allah yang menjadikan kita dan dengan itu akan bertambah pula ketaatan dan kebaktian kita kepada-Nya.

Manusia yang menggunakan matanya untuk melihat perkara-perkara yang baik dan tidak ditegah oleh Allah SWT dikira manusia yang tahu mensyukuri nikmat yang dikurniakan Allah dan orang seperti ini dianggap sebagai orang yang taat dan bertaqwa kepada Allah. Sebaliknya seseorang itu dikira menderhakai dan tidak bersyukur kepada Allah apabila ia tidak mengawal dan membebaskan matanya untuk melihat segala apa yang diharamkan Allah. Melakukan maksiat mata adalah satu daripada amalan munkar yang dimurkai Allah.

Melihat wanita-wanita asing atau perempuan yang bukan muhrim baginya atau melihat gambar-gambar yang boleh membangkitkan nafsu berahi adalah di antara perbuatan yang dapat dianggap sebagai menyalahgunakan kurniaan mata. Perbuatan seperti ini memang tidak dibolehkan oleh Islam dan hukumnya adalah haram di sisi Allah SWT.

Dalam hal ini Allah SWT berfirman yang bermaksud, “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan (menundukkan) pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” Firman Allah lagi, “Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan (menundukkan) pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain tudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya….” (Surah An-Nur, ayat 30-31)

Dalam ayat di atas, ada dua peringatan yang ingin dikhabarkan oleh Allah iaitu hendaklah mereka menahan pandangan dan memelihara kemaluan dalam hal yang ditegah oleh Allah. Ini bermakna kita hendaklah sentiasa mengawasi pergerakan mata kita agar ianya tidak terjerumus ke lembah penglihatan yang diharamkan dan tidak diredhai oleh Allah SWT.

Dari Jarir bin Abdullah r.a. berkata, “Saya pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang pandangan yang tidak sengaja. Lalu beliau memerintahkan agar aku mengalihkan pandanganku.” (Hadis riwayat Muslim, Abu Daud, dan Tirmidzi)

Dari Ibnu Abbas r.a., dari Nabi SAW sabdanya, “Penyakit yang timbul dari pengaruh jahat pandangan mata memang ada. Seandainya ada yang dapat mendahului qadar, tentulah itu pengaruh pandangan mata kerana itu apabila kamu disuruh mencuci mata maka cucilah!” (Hadis riwayat Muslim)

Dalam hal yang sama Rasulullah SAW telah bersabda yang bermaksud, “Pandangan (mata) itu adalah satu anak panah yang beracun daripada panah-panah iblis. Oleh kerana itu barangsiapa meninggalkannya, lantaran takut kepada Allah, maka Allah akan memberi balasan iman kepadanya, maka ia akan memperoleh kemanisan iman dalam hatinya.” (Hadis riwayat Ahmad)

Tersebut dalam sya’ir:

Segala sesuatu yang baru terjadi
Permulaannya dari pandangan
Nyala api yang besar
Permulaannya dari pelatuk yang kecil
Orang yang mempermainkan mata
Sangat dikhawatirkan akibatnya
Berapa banyak pandangan
Yang masuk dan bekerja dalam hati
Bagaikan anak panah yang dilepas busur dan tali
Orang yang memperhatikan
Perkara yang membahayakan
Akan menyenangkan orang yang mempunyai kekhawatiran
Tetapi kalau akhirnya mencelakakan
Itu tidak membahayakan

Nabi Isa a.s. bersabda: “IYYAAKUM WANNADZARA FA INNAHAA TUZRI’U FILQOLBI SYAHWATAN WAKAFAA BIHAA FITNATAN” yang bermaksud, "Takutlah kamu sekalian pada pandangan (peliharalah dirimu dari memperhatikan) kerana sesungguhnya ia (memperhatikan itu) dapat menumbuhkan syahwat di dalam hati dan dapat menimbulkan fitnah (godaan) kerana pandangan itu." Seorang bertanya kepada Nabi Isa a.s, "Apa permulaan yang menyebabkan orang berzina?" Beliau bersabda, “Iaitu akibat memperhatikan perempuan dan memperhatikan dirinya.”

Sa’ad bin Jubair mengatakan hanyalah fitnah yang menimpa Nabi Daud a.s. adalah disebabkan pandangan beliau. Nabi Daud bersabda kepada putera beliau Nabi Sulaiman a.s., "Hai anakku! Berjalanlah di belakang harimau dan ular-ular besar yang berwama hitam dan janganlah kamu berjalan di belakang seorang perempuan." Difahamkan, apabila seorang perempuan menghadap ke muka maka syaitan akan duduk di bahagian kepalanya. Lalu syaitan memperindah diri perempuan itu yang diperuntukkan bagi orang yang memperhatikannya. Kalau seorang perempuan berpaling menghadap ke belakang maka Iblis duduk di pungungnya. Lalu syaitan memperindah perempuan itu yang diperuntukkan bagi orang yang memperhatikannya.

Ummu Salamah r.a. mengatakan bahawa Ibnu Ummi Maktum meminta izin kepada Rasulullah SAW. Saat itu aku dan Maimunah r.a. duduk bersama, maka Rasulullah bersabda: “Bertakbirlah kalian.” Kami menjawap, “Bukankah dia orang buta yang tidak dapat memandang kami?” Rasulullah bersabda, ”Apa kalian tidak dapat melihatnya juga?” Rasulullah SAW juga mengingatkan: “LA’ANALLAAHUNNAADZIRA WALMANDZUURA ILAIHI”, yang bermaksud, “Allah melaknat orang yang dipandang dan orang yang dipandangi (membalas pandangan).” Bagi perempuan yang beriman pada Allah, tidak dibenarkan memperlihatkan diri pada setiap orang asing, kerana yang tidak terikat oleh pernikahan atau muhrim kerana nasab atau sesusuan. Demikian pula orang lelaki tidak dibenarkan memperhatikan kaum wanita, sebaliknya kaum wanita balas memperhatikan pandangannya. Sebagaimana kaum lelaki menundukkan pandangannya kepada kaum wanita, maka menjadi kewajiban pula kaum wanita menundukkan pandangan mata terhadap kaum lelaki.

Pendapat itu sebagaimana ditekankan oleh Ibnu Hajar dalam kitab Az Zawajir. Tidak pula diperbolehkan lelaki bermusafahah (bersalaman) dengan perempuan yang bukan muhrim. Larangan ini berlaku juga pada perbuatan saling memberikan. Sebab itu perkara yang diharamkan memandangnya diharamkan pula memegangnya. Mengingat dengan cara memegangnya itu ia dapat merasakan kelazatan. Hal ini didasarkan pada dalil bahawa, kalau orang berpuasa lalu berpegangan dengan lawan jenisnya yang menyebabkan inzal (keluar mani), maka puasanya batal. Tetapi kalau keluarnya mani disebabkan oleh pandangan, puasanya tidak batal.

Diriwayatkan oleh Thabrani di dalam kitab Al Kabir dari mu’qal bin Yasar bahawa, salah seorang diantaramu yang dilukai kepalanya oleh jarum, itu lebih baik daripada memegang perempuan yang tidak dihalalkan untuknya. Rasulullah SAW memperingatkan, “ITTAQUU FITNATADDUN-YAA WAFITNA-TANNISAA FA-INNA AWWALA FITNATI BANII ISRA-IILA KAATAT MINQIBA-LINNISAA”, yang bermaksud, “Takutlah kalian terhadap fitnah dunia dan fitnah kaum wanita. Sebab permulaan fitnah yang menimpa Bani Isra-il itu adalah kaum wanita.” Rasulullah SAW juga bersabda, “WAMAA TARAKTU BA’DII FITNATAN ADHARRU ‘ALARRIJAALI MINANNISAA” (al-hadis) yang bermaksud, “Dan setelah masaku tidak ada fitnah yang lebih membahayakan terhadap kaum lelaki ke timbang fitnah akibat perempuan.”

Al-Lahazhat (Pandangan Pertama)

Rasulullah juga pernah berpesan kepada Saidina Ali r.a., “Wahai Ali, janganlah kamu ikuti pandangan (pertama) itu dengan pandangan (berikutnya). Pandangan (pertama) itu boleh buat kamu, tapi tidak dengan pandangan selanjutnya. Kerana pandangan pertama untukmu (dimaafkan) dan pandangan kedua tidak untukmu (tidak dimaafkan).” (Hadis riwayat Abu Daud).

Berdasarkan hadis di atas, dapat difahami bahawa apabila kita terpandang kepada perkara yang haram, maka dilarang mengulangi pandangan itu. Kita harus mengawasi pandangan mata kita, jangan sampai pandangannya yang pertama mengikuti pandangan yang berikutnya. Rasulullah SAW mengingatkan kita, hanya pandangan yang pertama saja yang dibolehkan, pandangan yang kedua (yang berikutnya) adalah dilarang.

Mengapa pandangan yang berikutnya dilarang?

Pandangan yang kedua tidak dibolehkan kerana hasil besar kemungkinan dari pandangan itu akan timbul pula pelbagai tafsiran terhadap benda yang dipandang itu. Mata yang terpelihara ialah apabila memandang kepada jenis lain ia tidak mengamati kecantikannya dan tidak lama menoleh kepadanya serta tidak meletakkan pandangannya kepada yang dilihatnya itu. Pandangan yang kedua dan seterusnya boleh dipanggil provokator atau utusan syahwat. Menjaga pandangan merupakan perkara asas dalam usaha menjaga kemaluan. Barangsiapa yang melepaskan pandangannya tanpa kendali, nescaya dia akan menjerumuskan dirinya sendiri pada jurang kebinasaan.

Dalam Musnad Imam Ahmad, diriwayatkan dari Rasulullah SAW, “Pandangan itu adalah panah beracun dari panah-panah iblis. Maka barangsiapa yang memalingkan pandangannya dari kecantikan seorang wanita, ikhlas kerana Allah, maka Allah akan memberikan di hatinya kelazatan sampai pada hari Kiamat.”

Dalam hadis lain, diriwayatkan daripada Abu Said al-Khudri, Rasulullah SAW bersabda bermaksud: “Janganlah kalian duduk-duduk di (tepi-tepi) jalan. Kami bertanya: Wahai Rasulullah SAW, kami tidak dapat meninggalkannya kerana kami sudah biasa begitu! Rasulullah SAW bersabda: Jika kamu merasakan tidak boleh meninggalkannya, maka berilah hak jalan. Mereka bertanya: Wahai Rasulullah SAW, apakah itu hak jalan? Rasulullah SAW berkata: Memalingkan (menundukkan) pandangan (dari hal yang dilarang Allah), menyingkirkan gangguan (jangan mengganggu), menjawab salam dan berbuatlah kebaikan dan jauhkan daripada kemungkaran.” (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim).

Hadis di atas menjelaskan bahawa menundukkan pandangan itu adalah hak jalan yang perlu dipatuhi oleh umat Islam. Sekiranya seseorang itu duduk di tepi jalan, terlalu banyak pandangan yang terlarang ke atas mereka. Oleh itu, menundukkan pandangan boleh mengelak daripada mendapat dosa.

Di Antara Bahaya Pandangan

Pandangan adalah asal muasal seluruh musibah yang menimpa manusia. Sebab, pandangan itu akan melahirkan lintasan dalam benak, kemudian lintasan itu akan melahirkan pikiran, dan pikiran itulah yang melahirkan syahwat, dan dari syahwat itu timbullah keinginan. Kemudian keinginan ini menjadi kuat dan berubah menjadi niat yang bulat. Akhirnya, apa yang tadinya hanya melintas dalam fikiran menjadi kenyataan dan itu pasti akan terjadi selama tidak ada yang menghalanginya. Oleh kerananya, dikatakan oleh sebagian ahli hikmah, bahawa: “Bersabar dalam menahan pandangan mata (bebannya) adalah lebih ringan dibanding harus menanggung beban penderitaan yang ditimbulkannya.”

Seorang penyair mengatakan, setiap kejadian musibah (praktik zina) itu bermula dari pandangan, seperti kobaran api berasal dari percikan api yang kecil. Betapa banyak pandangan yang berhasil menembus ke dalam hati pemiliknya, seperti tembusnya anak panah yang dilepaskan dari busur dan talinya. Seorang hamba, selama dia masih mempunyai kelopak mata yang dia gunakan untuk memandang orang lain, maka dia berada pada posisi yang membahayakan. Dia memandang hal-hal yang menyenangkan matanya tapi membahayakan jiwanya, maka janganlah kamu sambut kesenangan yang akan membawa malapetaka.

Rasulullah menganggap bahawa seseorang itu telah melakukan zina mata apabila ia mengamati sesuatu kecantikan dengan penuh bernafsu dan liar khususnya pandangan terhadap benda yang ditegah oleh Islam. Pandangan yang seperti ini bukan sahaja membahayakan kemurnian budi, bahkan akan merosakkan kestabilan berfikir dan ketenteraman hati.

Dari Abu Hurairah r.a., dari Rasulullah SAW sabdanya, "Nasib anak Adam mengenai zina telah ditetapkan. Tidak mustahil dia pernah melakukannya. Dua mata, zinanya memandang. Dua telinga, zinanya mendengar. Lidah, zinanya berkata. Tangan, zinanya memukul. Kaki, zinanya melangkah. Hati, zinanya ingin dan rindu, sedang faraj (kemaluan) hanya mengikuti atau tidak mengikuti." (Hadis sahih riwayat Muslim, no 2282)

Hikmah Menahan Pandangan

Bagi sesiapa yang memelihara pandangannya, maka Allah akan membalasnya dengan kemanisan dalam amal ibadat mereka. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadis daripada Abu Umamah, Rasulullah SAW bersabda bermaksud: “Tidaklah seseorang Muslim melihat kecantikan seorang wanita, kemudian dia menundukkan pandangannya, melainkan Allah akan menggantikannya dengan kemanisan dalam beribadah.” (Hadis riwayat Imam Ahmad).

Hal yang sama juga dinyatakan oleh Abdullah b Mas'ud, Rasulullah SAW bersabda bermaksud: “Sesungguhnya pandangan itu adalah salah satu daripada panah Iblis yang beracun. Barang sesiapa meninggalkannya kerana takut kepada-Ku, nescaya Aku akan menggantikannya dengan manisnya keimanan yang dapat dia rasakan di dalam hatinya.” (Hadis riwayat at-Tabrani).

Allah memerintahkan hamba-Nya memelihara pandangan daripada perkara yang haram kerana dengan pandangan manusia akan terjerumus kepada kemaksiatan kemaluan. Bermula dengan pandang memandang yang dilarang itu, seseorang itu pula mahu berbicara atau mendengar suara seseorang. Apabila suka menyukai di antara dua insan, tidak mustahil mereka akan bertemu dan melakukan maksiat yang akhirnya terjebak kepada perzinaan. Keadaan ini dijelaskan dalam sebuah hadis daripada Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Setiap anak Adam ditulis baginya bahagian daripada zina. Ia pasti melakukannya tanpa boleh menghindari, zina mata adalah memandang, zina lisan adalah berbicara, zina telinga adalah mendengar, zina tangan adalah menggunakannya, zina kaki adalah melangkah, jiwa berharap dan berhasrat, kemaluanlah yang membenar atau mendustakannya.” (Hadis riwayat Muslim dan Bukhari).

Oleh itu, setiap Muslim hendaklah memelihara anggotanya supaya jangan sampai terdedah kepada kemaksiatan yang boleh mengheret kepada perzinaan. Mereka yang berjaya memelihara setiap anggota daripada melakukan kemaksiatan kepada Allah dan mengarahkannya kepada perkara yang disuruh oleh Allah adalah orang yang bertakwa kepada-Nya. Imam al-Ghazali menegaskan orang bertakwa itu ialah mereka yang melaksanakan kebaikan dan menjauhkan kemungkaran anggota tubuh badan.

Justeru, umat Islam perlu menggunakan anggota mereka sebaik mungkin sebagai menunjukkan tanda kesyukuran kepada Allah di atas anugerah yang tidak ternilai itu. Bagi mereka yang diberikan sifat yang sempurna oleh Allah, perlu membuat perbandingan dengan mereka yang kurang bernasib baik. Ia untuk menilai pemberian Allah ke atas mereka dengan melihat orang yang bisu, pekak, buta dan seumpama yang tidak diberi oleh Allah kesempurnaan pancaindera berbanding dirinya. Dengan itu mereka dapat menjaga serta menggunakan anugerah anggota dan pancaindera itu sebaik mungkin.

Mereka yang menjaga dan menggunakan anggota dan pancaindera dengan baik, Rasulullah SAW menjamin tempatnya di syurga. Rasulullah SAW bersabda: “Barang sesiapa menjamin bagiku di antara dua janggutnya (mulutnya) dan dua kakinya (kemaluan), nescaya aku menjamin untuknya syurga.” (Hadis riwayat Muslim dan Bukhari)

Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah telah menyatakan beberapa faedah menundukkan pandangan dalam kitabnya Raudhatul Muhibbin wa Nuzhatul Mustaqim, di antaranya:
  1. Menundukkan pandangan bererti menunaikan perintah Allah SWT. Tiada orang yang bahagia di akhirat nanti melainkan orang yang menunaikan perintah-Nya.
  2. Menundukkan pandangan akan menguatkan hati dan membahagiakannya. Jika dibiarkan pandangan meliar akan menyebabkan lemah hatinya dan menjadi gelisah.
  3. Menundukkan pandangan membuatkan hati selalu mesra dengan Allah SWT. Jika dibiarkan pandangan meliar akan memporak-porandakan hati dan fikiran.
  4. Menundukkan pandangan akan mencerdaskan minda dengan luar biasa sebagai mana ulama-ulama muktabar seperti Imam Syafie, Imam Ghazali, Imam Nawawi dan lainnya.
  5. Menundukkan pandangan akan menguatkan ketabahan, berani, mempunyai pandangan yang jauh serta hujahnya kuat dan bernas.
  6. Menundukkan pandangan akan membebaskan hati dari tawanan syahwat.
  7. Menundukkan pandangan akan membentengi seseorang dari bisikan dan tipu daya syaitan.
  8. Menundukkan pandangan akan menyucikan hati dari kebanyakan maksiat.
  9. Menundukkan pandangan akan merupakan mahar/mas kahwin untuk bidadari.
  10. Menundukkan pandangan akan mempercepatkan seseorang menguasai ilmu yang dipelajari.

Adalah tidak digalakkan seseorang itu berjalan dengan matanya meliar. Lelaki dan perempuan yang menundukkan pandangan nampak bersopan dan beradab dari segi moralnya. Itulah akhlak yang sangat-sangat dituntut dalam setiap muslimin dan muslimat.


Kuasai Nafsu Dengan Iman dan Akalmu

Terdapat hadis yang mengingatkan melayani syahwat mata kepada yang haram sahaja akan menghancurkan kelazatan dan kemanisan iman.

ما من مسلم ينظر إلى محاسن امرأة ثم يغض بصره إلا أخلف الله له عبادة يجد حلاوتها

Ertinya: "Tiada seorang Muslim pun yang melihat kepada kecantikan wanita (aurat) kemudian ia mengalih pandangan matanya kecuali Allah SWT akan memberikan kepadanya kemanisan dalam ibadahnya." (Riwayat Ahmad & At-Tabrani)

Juga disebut dalam sebuah athar :

النظر سهم مسموم من سهام إبليس

Ertinya: "Pandangan mata adalah panah beracun dari panahan Iblis." ( Mirqatul Mafatih, 1/255; Ruhul Ma'ani, 22/7)

Malah ia juga bakal merosakkan hati :-

كل عين باكيه يوم القيامه الا عينان عين غضت عن محارم الله

Ertinya: "Setiap mata akan menangis di hari kiamat kecuali mata yang dilindungi (berpaling) dari perkara yang diharamkan Allah SWT." ( at-taysir bi Syarhi al-Jami' as-Soghir, 2/216 : Hadis Hasan)

Memandangkan betapa pentingnya mata kepada setiap insan maka setiap orang yang mempunyai mata yang sempurna – tidak buta dan tidak rabun, hendaklah menggunakan nikmat mata yang dikurniakan Allah itu dengan sebaik-baiknya. Gunakanlah mata untuk melihat kecantikan alam ciptaan Allah SWT ini mengikut lunas-lunas yang telah ditetapkan oleh syariat Islam. Elakkan diri dari melihat perkara-perkara yang ditegah oleh syariat. Sesungguhnya Allah amat mengetahui akan setiap sesuatu yang kita kerjakan. Oleh itu berikhlaslah kepada diri sendiri dalam menggunakan nikmat mata yang dikurniakan Allah SWT kepada kita. Mudah-mudahan dengan berbuat demikian kita akan diberkati dan dirahmati-Nya baik di dunia mahupun di akhirat kelak.

Renung-renungkan dan selamat beramal!

16 March 2011

Saya Mahu Kahwin


Saya mahu kahwin jika

1)saya mampu istiqamah solat berjemaah 5waktu terutamanya solat subuh.
2)saya melazimi membaca al quran dan menghafal 30juz kalau diizinkan
3)saya mampu meluangkan masa untuk berzikir walaupun 10minit pagi dan 10 minit malam
4)saya mampu menjaga pandangan mata saya dari melihat yang haram
5)saya menemui perempuan yang hantaran kahwin rm1000 sahaja kerana abah saya mahukan yang hantaran kerana abah saya cakap lebih berkat.
6)ekonomi saya stabil

saya akan kahwin dalam masa terdekat jika
1)allah memberi petunjuk awal
2)saya tidak mampu menahan gelora di hati ini
3)perempuan itu menyara diri dia dulu dan saya sara diri saya sehingga saya habis belajar
4)perempuan yang saya sayang ingin mengahwini saya
5)mendapat restu kedua ibu bapa saya


mode exam.tolong doakan ya

27 February 2011

Segala Pengajaran Yang Indah-Indah (part2)


Sambungan terjemahan kitab Al-Mawa'idz Al-Badi'ah membicarakan tentang peringatan-peringatan yang indah buat seorang Muslim yang dikarang oleh Maulana As-Syeikh 'Abdur Rauf Fanshuri Acheh.

Dan Pengajaran Kedua

Berkata Allah Subhanahu Wa Taala.Aku naik saksi bagi diriku bahawa tiada Tuhan melainkan Aku jua.Padahal esaKu tiada sekutu bagiKu.

Dan bahawasanya Muhammad itu hambaKu dan rasulKu.

Dan barangsiapa tiada Redha ia akan segala hukumku dan tiada sabar ia atas segala balaKu dan tiada syukur ia akan segala nikmatku dan tiada memadai ia dengan pemberianku maka keluarkan oleh kamu daripada bumiKu dan langitKu.

Maka tuntut oleh kamu akan tuhan yang lain daripadaKu.Dan barangsiapa pagi-pagi ia padahal dukacita(kecewa) akan dunia maka seolah-olah ia marah akan daku.

Dan barangsiapa mengadu-ngadu ia akan kesakitan maka sesungguhnya mengadu-mengadu ia akan daku.

Dan barangsiapa masuk kepada orang kaya atau bertemu ia dengan dia maka merendah ia akan dirinya baginya kerana kayanya(merendah diri pada orang kaya sebab dia kaya) nescaya hilanglah dua sulus agamanya(2/3 agama seseorang itu telah cedera).

Dan barangsiapa menampar ia akan mukanya(tanda protes) atau kepalanya kerana kematian(orang yang kita sayang) maka seolah-olah ia mengambil ia akan lembing membunuh ia akan daku dengan dia(lembing).

Dan barangsiapa memecah ia akan kayu atas kubur mayat maka seolah-olah meruntuh ia akan pintu kaabahKU dengan tangannya.

Dan barangsiapa berkemah(kencing) pada barang mana pintu masuk ia padanya(pintu masuk tempat lalu lalang orang) nescaya memasuk akan dia oleh Allah ke dalam neraka Jahannam(Allah akan memasukkan orang yang kencing tempat orang lalu lalang ke dalam neraka.Nauzubillah).

Dan barangsiapa tiada ada bertambah pada agamanya yakni tiada bertambah takutnya akan Allah Taala maka iaitu di dalam kekurangan(masih kurangnya pemahaman agama).Dan barangsiapa ada ia di dalam kekurangan maka mati itu terlebih baik baginya.(baik mati awal sebab sikit dosa orang macam ini)

Dan barangsiapa mengamal ia akan ilmu yang telah mengetahui ia nescaya memberi akan dia oleh Allah Subhanahu Wa Taala akan ilmu yang tiada mengetahui ia(Jika kita amal apa yang kita tahu nescaya Allah akan memberikan ilmu yang kita tidak tahu).

Dan barangsiapa panjang angan-angannya nescaya tiada hasil dengan dia(angan-angan boleh tapi panjang angan-angan tak boleh)

14 February 2011

Segala Pengajaran Yang Indah-Indah (part1)



Terjemahan kitab Al-Mawa'idz Al-Badi'ah membicarakan tentang peringatan-peringatan yang indah buat seorang Muslim yang dikarang oleh Maulana As-Syeikh 'Abdur Rauf Fanshuri Acheh.



Dengan nama allah yang maha pemurah lagi maha mengasihani


Ku mulai kitab ini dengan nama Allah yang amat pemurah pada memberi rezki akan segala hambanya yang mukmin dan kafir dalam negeri dunia ini.Lagi yang amat mengasihani akan segala hambanya yang mukmin di dalam negeri akhirat itu.Segala pujian bagi Allah yang memilik sekalian alam.


Bermula rahmat Allah dan salam Allah itu iaitu sabit(tetap) atas penghulu kita Nabi Muhammad SAW iaitu penghulu segala nabi dan penghulu segala nabi yang mursal(nabi yang jadi rasul).Dan atas segala keluarganya dan atas segala sahabatnya segala mereka itu(keluarga sahabat).


Adapun kemudian dari itu maka inilah suatu kitab dan kunamai akan dia(kitab) "Al-Mawa'idz Al-Badi'ah" ertinya Segala Pengajaran Yang Indah-Indah.



Hai anak adam laki-laki dan perempuan.Percayakan oleh kamu akan segala pengajaran ini.Jangan engkau syak akan dia(pengajaran) kerana segala pengajaran ini setengahnya aku ambil daripada perkataan Allah taala dan setengahnya aku ambil daripada perkataan Rasulullah.Dan setengahnya aku ambil daripada perkataan sahabat rodhiollohu anhum.Dan setengahnya aku ambil daripada perkataan aulia(wali-wali) Allah rodhiollohu anhum.Dan setengahnya aku ambil daripada perkataan hukama' dan ulama' yang amilin(yang beramal dengan ilmu) rohimullohu alaihim(semoga Allah merahmati mereka).



Hai anak adam,taruhkan pada sisi kamu jangan kamu beri jauh akan dia(pengajaran ini) dan tilik oleh kamu kepadanya(pengajaran) sehari sekali atau sejumaat sekali atau sebulan sekali.Jangan kamu ta'khirkan daripadanya(melambatkan ulang kaji pengajaran ini).Mudah-mudahan jadi lembut hati kamu.



Hai anak adam,jika kamu percaya akan pengajaran ini serta kamu amalkan akan dia(pengajaran),maka kamu lah hamba pilihan(terpilih) dan jika kamu mungkir(tak percaya) akan dia(pengajaran ini) dan tiada kamu amalkan akan dia(pengajaran ini),maka kamu la makhluk Allah yang kerugian dan jikalau kamu hafaz seribu kitab sekalipun.(walau hafaz kitab banyak tapi tak amal pengajaran ini jadi sia-sia).

Dan barangsiapa berkehendak kemenangan di dalam dunia dan dalam akhirat maka hendaklah menaruh akan kitab ini serta melazimkan menilik ke dalamnya kerana adalah di dalam kitab ini beberapa pengajaran.Maka


PENGAJARAN YANG PERTAMA


Berkata Allah subhanahu wa taala.

"Tercenggang(hairan) Aku bagi barangsiapa yang yakin ia akan Mati,maka betapa Suka ia(masih berseronok dengan dunia.


Dan tercenggang Aku (kepada)barangsiapa yang yakin ia akan Hisab yakni kira-kira pada hari kiamat,betapa menghimpunkan ia akan harta(kita yakin tentang hisab tapi masih menyimpan harta dunia).


Dan tercenggang Aku bagi barangsiapa yang yakin mereka akan Kubur maka betapa tertawa-tawa ia(kita yakin mati masuk kubur tapi masih tak sedar dan suka dengan dunia).

Dan ajaiblah Aku yakni hairanlah Aku bagi barangsiapa ia yakin akan akhirat maka betapa bersenang-senang di dalam dunia.(kita tahu negeri akhirat nanti kita akan pergi tapi bagaimana masih boleh bersenang-senang lagi dengan dunia?).


Dan tercenggang Aku bagi barangsiapa yang yakin ia akan fana dunia dan hilangnya betapa ia mengambil ketetapan ia di dalam dunia(kita tahu dunia ini tidak kekal tapi rasa dunia ini tempat segala-galanya dan tempat penghabisan.Rasa tiada akhirat dah lepas kehidupan dunia).


Dan tercenggang Aku bagi orang yang alim ia dengan lidahnya dan jahil dengan hati.(lidah petah berbicara tapi dalam hati kosong).


Dan tercengganglah Aku bagi orang yang bimbang ia keaiban manusia padahal lupa keaiban dirinya.(kita malu dengan keaiban kita pada manusia tapi tidak malu keaiban kita pada Allah)


Dan tercengganglah Aku bagi barang yang bersuci ia dengan air pada zahir jua padahal ia tiada menyuci akan hatinya(kita menyucikan diri hari-hari dengan mandi tapi tiada rasa nak cuci pun akan hati kita yang mana akan menjadi bahan tilikan Allah di hari akhirat)


Dan tercengganglah Aku bagi orang yang mengetahui ia akan bahawasanya Allah Taala itu amat Melihat ia kepadanya betapa ia derhaka akan Dia(kita tahu Allah tengok kita setiap masa tapi kita tak segan pun buat dosa pada Allah seolah-olah Allah tidak melihat kita.


Dan tercengganglah Aku bagi orang yang mengetahui ia akan bahawasanya dirinya itu lagi akan mati padahal seorang dirinya dan masuk kubur ia padahal seorang dirinya,maka betapa berjinak-jinak ia dengan segala manusia(kita tahu suatu masa nanti kita akan dipanggil Allah dan kita masuk kubur pun tiada teman untuk menemani.Namun di dalam dunia kita tidak menjadikan Allah teman rapat kita sebaliknya menjadikan manusia teman rapat kita.Maka berjinaklah dengan Allah)


pengajaran kedua later...

01 February 2011

Majlis Ilmu




“Sekiranya kamu melalui taman di antara taman syurga hendaklah kamu duduk menyertainya”, tanya para sahabat apakah taman di antara taman syurga tersebut wahai Rasulullah SAW? jawab baginda majlis ilmu ( majlis yang dalamnya ada peringatan kepada tuhan ) Berdasarkan keterangan hadis kita dapat fahami bahawa Rasulullah SAW telah menggambarkan kedudukan majlis ilmu dalam Islam begitu tinggi dan hebat sehinggakan diumpamakan dengan sebuah taman di antara taman - taman syurga. Justeru apabila kita melaluinya maka baginda memerintahkan kita agar menyertainya.

Antara Adab-Adab menuntut Ilmu:

1) Niat yang ikhlas kerana Allah Taala.Biarlah niat kita hanya untuk mengharap redha Allah dari ilmu yang kita pelajari,untuk menghilagkan kejahilan dari dalam diri kita,juga untuk
menghidupkan agama dan untuk mempelajari syariat Allah S.W.T.

2) Berusaha membersihkan zahir dan batin dari kekotoran dan kekhilafan.

3)Merendah diri kepada guru yang mengajar walaupun guru tersebut rendah kedudukannya
atau jawatan keduniaannya dari kita.Contohnya kita kerja dengan berjawatan atau gaji lebih
tinggi dari guru kita,kita dilarang memandang rendah kepada mereka.

4) Melihat dan memandang guru dengan pandangan kemuliaan dan kasih sayang.Maksudnya
memandang seorang guru dengan rendah hati dan memuliakan kedudukan mereka.

5) Membersihkan hati dari najis-najis dosa supaya ilmu mudah melekat di hati dan aqal kita,
Hati yang kotor membuatkan ilmu menjauh dengan kita.

6)Elakkan dari bermain-main dan melakukan perkara sia-sia semasa berada dalam majlis ilmu.
Contohnya ber'sms' atau bersembang dengan kawan sebelah ataupun berangan-angan semasa
majlis ilmu berlangsung.

7) Menjauhkan sebab-sebab yang menghalang kita dari menuntut ilmu,contohnya mengjauhkan
gangguan tetfon bimbit atau kemalangan yang menyebabkan tumpuan kita terganggu.

8) Sanggup menanggung kesusahan dan kepayahan semasa menuntut ilmu kerana menuntut
ilmu jalannya berliku dan penuh mehnah.
9)Bersungguh-sungguh dan beristiqamah

10) Memilih guru-guru yang muktabar.

11) Memilih sahabat sepengajian yang soleh dan solehah yang mana seorang sahabat yang baik
mampu membantu perjalanan kita sebagai penuntut ilmu Allah.